-->

This page will be redirected into my new page within 20 secs

perhatian: Halaman ini akan dipindahkan dalam 20 detik to my new blog
Tampilkan postingan dengan label praktikum Biokimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label praktikum Biokimia. Tampilkan semua postingan

2011-01-20

Penentuan Kadar Glukosa Darah


Glukosa merupakan senyawa penting bagi tubuh yang berfungsi sebagai sumber energi. Senyawa ini diangkut ke seluruh tubuh melalui aliran darah tanpa melalui proses pencernaan. Oleh karena itu, jika kita sakit dan tak mau makan gara-gara sakit mag, maka kita pasti akan diinfus dengan cairan yang mengandung glukosa. Kadar normal glukosa dalam darah adalah 80-100 mg per 100mL darah. Kadar Glukosa yang terlalu tinggi diindikasikan sebagai gejala diabetes.
Darah terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, dan plasma darah. Protein, dan glukosa merupakan komponen utama yang terlarut dalam plasma darah. Untuk menentukan kadar glukosa darah, maka protein harus dipisahkan dengan cara diendapkan agar tidak mengganggu analisa darah. Kemudian Filtrat yang diperoleh dari hasil pemisahan protein tersebut, ditambah larutan Cu2+ dalam suasana basa.
Glukosa mempunyai gugus aldehid bebas berupa enediol (bentuk kesetimbangan dengan glukosa). Pada suasana basa, enediol ini lebih dominan dan mereduksi ion cupri (Cu2+). Cu2O yang terbentuk kemudian direaksikan dengan asam fosfomolibdat dan akan membentuk warna biru.

Larutan yang berwarna ini akan digunakan untuk uji absorbansi. Dengan menggunakan standar glukosa yang ada, maka akan diperoleh kurva kalibrasi standar glukosa. Dengan kurva tersebut, maka akan diketahui konsentrasi glukosa dalam darah yang kita analisis.
Ohya, standar glukosanya juga diperlakukan sama sampai terbentuk larutan biru.
Jika hasil analisis sampel kurang atau melebihi dari range standar glukosa yang kita buat, maka diusahakan untuk diencerkan atau perlu standar yang lebih pekat. Tapi, tidak mungkin jika terlalu pekat, pada praktiknya biasanya diencerkan karena dibawah range standar.

Pemisahan protein dapat dilakukan dengan denaturasi (banyak cara bisa ditempuh). lalu disentrifugasi, agar cepat diendapkan.
Mungkin itu saja. Capek. He3x///..
....Read More>>

Uji kualitatif asam amino

Uji kualitatif asam amino merupakan praktikum biokimia yang pernah saya jalani saat masih kuliah. Tulisan ini saya rujuk dari laporan yang saya buat.
Tujuannya:
untuk identifikasi asam amino berdasarkan sifat gugus R dari asam amino
untuk menentukan apakah protein sampel mengandung residu asam amino tirosin dan/atau protein.

Asam amino merupakan molekul yang mengandung gugus asam(acid grup)(-COOH) dan gugus amino (-NH2). Asam amino juga merupakan penyusun utama (monomer) dari protein. Terdapat 20 macam asam amino penyusun protein pada manusia. Semuanya merupakan asam α-amino kecuali prolin. Pembeda antara asam amino dengan lainnya terletak pada gugus -R atau rantai samping (side chain) yang dimilikinya.

asam amino

Pada percobaan ini dilakukan uji millon untuk mendeteksi asam amino tirosin dan uji Hopkins-cole untuk menganalisis asam amino triptofan. tirosin dengan pereaksi Millon akan membentuk garam merkuri ternitrasi yang berwarna merah. Pada uji Hopkins-cole, triptofan berkarbonasi dengan aldehida dalam suasana asam sulfat dan akan membentuk kompleks asam 2,3,4,5-tetrahidro-β-karbolin-4-karboksilat yang teramati sebagai cincin berwarna.

Pada percobaan tirosin terhadap pereaksi Millon, digunakan sampel albumin dan gelatin. albumin akan menunjukkan hasil positif sedangkan gelatin tidak.
Uji hopkins-cole akan positif pada larutan triptofan, sedangkan akan negatif pada albumin dan gelatin.
....Read More>>

Isolasi Kasein dari Susu

Susu merupakan bahan pangan yang memiliki komponen spesifik seperti lemak susu, kasein (protein susu, dan laktosa (karbohidrat susu).

Kasein hasil isolasi dari susu

Seperti halnya asam amino, protein susu (kasein) juga bersifat amfoter. Protein dalam susu mencapai 3,25%. Struktur primer terdiri dari rantai polipeptida dari asam-asam amino yang disatukan ikatan-ikatan peptida (peptida linkages). Protein juga memiliki pH isoelektrik tertentu. pH isoelektrik merupakan suati nilai pH dimana jumlah muatan listrik positif sama dengan muatan negatifnya. Pada pH tersebut, protein tidak bermuatan positif maupun negatif, sehingga dapat membentuk agregat (gumpalan-gumpalan yang keruh) dan mengendap, karena sebagian protein menunjukkan kelarutan yang minimal pada pH isolektriknya. Sifat inilah yang akan digunakan untuk memisahkan atau mengisolasi kasein dari susu.

Protein susu memiliki protein-protein spesifik. Salah satunya adalah kasein. Kasein merupakan komponen terbesar dalam susu dan sisanya berupa whey protein. kadar kasein pada protein susu mencapai 80%. Kasein terdiri atas beberapa fraksi seperti alpha-casein, beta casein, dan kappa-casein. Kasein merupakan salah satu komponen organik yang melimpah dalam susu bersama dengan lemak dan laktosa. Kasein merupakan protein konjugasi antara protein dengan fosfat membentuk fosfoprotein. Kasein berupa serbuk amorf warna putih.
Dalam kaseintidak hanya terdiri dari zat-zat organik, melainkan mengandung juga zat anorganil seperti kalsium, fosfor, dan magnesium. Dalam keadaan murni, kasein berwarna putih seperti salju, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa yang khas. Kasein murni tidak larut dalam air dingin dan garam netral. Kasein terdispersi dalam air panas, basa, dan garam basa seperti natrium asetat, dan natrium oksalat.

kasein dapat diendapapkan oleh asam, enzim rennet, dan alkohol. Selain penambahan asam, pengendapan kasein susu juga dilakukan dengan penambahan renin, yaitu suatu enzim proteolitik yang diperoleh dari induk sapi betina. oleh karena itu, susu dapat dikoagulasikan (digumpalkan) oleh asam yang terbentuk di dalam susu sebagai aktivitas dari mikroba.
kzasein digunakan untuk sumber protein dalam tubuh. Sebagai suplai asam-asam amino essential.Secara komersial digunakan untuk bahan perekat, pelindung lapisan kertas, dan plastik kasein. selain itu pencernaan kasein di dalam tubuh sangat lambat, sehingga dapat mencegah penyusutan otot lebih baik daripada whey protein.

cara pengerjaan:
awalnya 100ml susu segar dihangatkan di atas pemanas spriritus hingga suhunya, mencapai 40oC. setelah itu ditambahkan 100mL buffer asetat 0,2M pH=4,7 agar laruta tersebut bersifat asam dan mencapai pH isoelektriknya. kemudian ditambahkan tetes demi tetes HCl 0,2M agar campuran tersebut benar-benar mencapai pH isoelektriknya yang ditandai sampai terbentuknya kekeruhan/endapan/gumpalan berwarna putih (pH sekitar 4,5).
kemudian didinginkan dalam penangas pada suhu kamar selama 5 menit dan didekantasi untuk mendapatkan kasein. Kasein yang diperoleh diberi sedikit air agar mengencerkan sisa-sisa asam yang ada dan didekantasi kembali. lalu kasein dilarutkan dalam etanol (perbandingan air:etanol=1:1) agar terbebas dari pengotor yang tidak larut dalam air.

nah, itulah langkah-langkah isolasi kasein. Jangan lupa ditimbang ya...he3x. lalu diukur rendemennya. caranya berat kasein diperoleh dibagi dengan berat kasein secara teori, kemudian hasilnya kalikan 100%.
....Read More>>