-->

This page will be redirected into my new page within 20 secs

perhatian: Halaman ini akan dipindahkan dalam 20 detik to my new blog
Tampilkan postingan dengan label praktikum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label praktikum. Tampilkan semua postingan

2011-01-20

Uji kualitatif asam amino

Uji kualitatif asam amino merupakan praktikum biokimia yang pernah saya jalani saat masih kuliah. Tulisan ini saya rujuk dari laporan yang saya buat.
Tujuannya:
untuk identifikasi asam amino berdasarkan sifat gugus R dari asam amino
untuk menentukan apakah protein sampel mengandung residu asam amino tirosin dan/atau protein.

Asam amino merupakan molekul yang mengandung gugus asam(acid grup)(-COOH) dan gugus amino (-NH2). Asam amino juga merupakan penyusun utama (monomer) dari protein. Terdapat 20 macam asam amino penyusun protein pada manusia. Semuanya merupakan asam α-amino kecuali prolin. Pembeda antara asam amino dengan lainnya terletak pada gugus -R atau rantai samping (side chain) yang dimilikinya.

asam amino

Pada percobaan ini dilakukan uji millon untuk mendeteksi asam amino tirosin dan uji Hopkins-cole untuk menganalisis asam amino triptofan. tirosin dengan pereaksi Millon akan membentuk garam merkuri ternitrasi yang berwarna merah. Pada uji Hopkins-cole, triptofan berkarbonasi dengan aldehida dalam suasana asam sulfat dan akan membentuk kompleks asam 2,3,4,5-tetrahidro-β-karbolin-4-karboksilat yang teramati sebagai cincin berwarna.

Pada percobaan tirosin terhadap pereaksi Millon, digunakan sampel albumin dan gelatin. albumin akan menunjukkan hasil positif sedangkan gelatin tidak.
Uji hopkins-cole akan positif pada larutan triptofan, sedangkan akan negatif pada albumin dan gelatin.
....Read More>>

Praktikum Pengenalan Alat Spektrofotometer, Matching Kuvet dan Pembuatan Spektrum Serapan

Tujuan: Untuk mengetahui komponen utama Alat Spektrofotometer, cara pengoperaian, cara melakukan Cuvet Matching dan membuat Spektrum Serapan

Dasar Teori:
Komponen Utama alat spektrofotometer, pada prinsipnya dapat digambarkan sebagai diagram blok berikut:

Diagram Blok Komponen-komponen Utama Alat Spektrofotometer

Alat akan mengukur nilai intensitas cahaya: P dan Po melalui sistem processor, akan diubah menjadi besaran transmitansi (T), dan absorbsi (A), yang memiliki rumusan sebagai berikut:
 

Sumber sinar sebagai penyedia radiasi sinar (polikromatis) (biasanya lampu wolfram).
Sistem monokromator: mengubah gelombang cahaya polikromatik menjadi monokromatik.
kuvet: sebagai tempat menaruh larutan sampel dan blanko ke dalam berkas cahaya spektrofotometer.
detektor: mengubah isyarat radiasi menjadi isyarat listrik.
read out: mengubah sinyal-sinyal listrik dari detektor menjadi numerik yang dapat dibaca dalam bentuk &T atau absorbansi.
A = - log T

Sebelum dioperasikan, alat harus dikalibrasi dulu, yaitu dengam menentukan 0% T dan 100% T.
Cara kalibrasi alat spektrofotometer:
- menyalakan alat spektofotometer
- cuvet diisi dengan larutan blanko
- diseting/diatur panjang gelombang larutan blanko
- cuvet berisi larutan blanko dimasukkan ke spektrofotometer
- lalu menekan tombol 0 Abs 100% T dan akan muncul setting blank.


Pada pekerjaan analisis yang sesungguhnya, semestinya selalu diawali dengan matching cuvet yang bertujuan untuk mengetahui apakah cuvet yang digunakan mempunyai diameter (nilai b) yang sama. Hal ini perlu dilakukan, karena menurut hukum Lambert-Beer nilai A berbanding lurus dengan nilai b dan C (konsentrasi larutan). Setelah dilakukan matching cuvet, pekerjaan dilanjutkan dengan mengetahui spektrum serapan larutan yang dianalisis. Dari spektrum-spektrum itu, akan dapat diketahui panjang gelombang dimana zat akan melakukan penyerapan maksimum (panjang gelombang = maksimum).

Cara Kerja
A. Alat dan Bahan
-seperangkat alat Spektofotometer
-Gelas ukur dan peralatan gelas lainnya.
B. Bahan
- larutan CoCl2
C. Cara Kerja (saya singkat aja ya, he3x)
- kalibrasi alat spektrofotometer
- matching cuvet
Sediakan paling tidak 3-5 cuvet. Atur posisi 0%T dan 100%T. Ukur %T dari larutan CoCl2 dengan menggunakan cuvet-cuvet tadi. Tandai cuvet yang menghasilkan %T yang sangat mendekati sama (lebih baik jika sama). Ambil 2 cuvet yang "matching" untuk percobaan, misalnya kuvet I dan kuvet II.
D. Membuat Spektrum Serapan
- disiapkan 2 cuvet tadi. kuvet I diisi blanko, sedangkan kuvet II untuk diisi larutan CoCl2 untuk dibuat spektrum serapannya.
- diukur %T larutan CoCl2 mulai panjang gelombang 490-520nm (karena secara teori daerah serapan larutan CoCl2 berada di panjang gelombang disekitar 510nm). Pengukurannya dimulai dari panjang gelombang 490-500 dengan interval 5nm, lalu 500-510 dengan interval 1 nm (dibuat kecil karena mendekati teori), lalu 510 - 520 dengan interval 1nm juga.
kemudian dibuat tabel
Contoh tabel pengamatan absorbansi sebagai fungsi gelombang
Contoh hasil Kurva Absorbansi CoCl2

dari Kurva tersebut, dapat diperoleh lamda (panjang gelombang) maksimal dimana larutan CoCl2 mempunyai serapan maksimal (A maks).

Alat Spektrofotometer

Cuvet berbentuk tabung


Gelas ukur ukuran 50 mL
beberapa pengenceran larutan untuk kalibrasi


Contoh Gambar Cuvette


Cuvet berbentuk persegi panjang lebar
diameter ± 1 cm
±


....Read More>>